Home Headline 169 Karyawan BRT Semarang Diliburkan Pada Pesta Demokrasi

169 Karyawan BRT Semarang Diliburkan Pada Pesta Demokrasi

253
Razia gakum BRT Semarang yang dilakukan petugas gabungan dari Dishub kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang.

Semarang, 16/4 (BeritaJateng.net) – Terkait dengan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Legislatif yang akan berlangsung Rabu 17 April 2019 mendatang, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang berencana memulai operasi pelayanan mulai pukul 10.00 WIB.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Layanan Umum UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Selasa saat ditemui di Kantor Dinas Perhubungan Kota Semarang jalan Tambak Aji no. 5 Semarang.

Ade mengungkapkan pada Pemilu yang diselenggarakan, Rabu 17 April 2019 pelayanan BRT Trans Semarang akan dimulai pukul 10.00 WIB.

Kepala Badan Layanan Umum Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan menyampaikan, karyawan trans semarang harus saya pastikan tidak golput, yang luar kota saya ijinkan libur untuk pulang ke kampung halaman, Dengan tujuan agar Karyawan dapat menggunakan Hak Pilih sebagai warga Negara.

“Ada 169 karyawan yang berdomisili (ber-KTP) diluar kota Semarang, sudah saya perintahkan ke kepala divisi masing-masing agar jadwal disesuaikan supaya tanggal 17 tersebut rekan-rekan ini saya pastikan mendapatkan jatah libur dan pulang kampung halaman untuk menggunakan hak pilihnya, tentunya pengaturan jadwal shift dengan tetap mengutamakan pelayanan BRT kepada masyarakat agat tetap optimal,” kata Ade.

Pesta Demokrasi yang berlangsung setiap 5 tahun sekali ini, sangat dinantikan Masyarakat Indonesia. Untuk itu Ade ingin semua Karyawan BRT Trans Semarang berpartisipasi dengan menyukseskan pesta demokrasi tersebut.

Sementara dari data Karyawan BRT Trans Semarang tercatat ada 813 orang dan sopir tercatat 210 orang. Dari jumlah tersebut terdapat 169 orang yang berdomisili di luar Kota sehingga diberikan Libur untuk memberikan hak Suara.

“Tidak terkecuali terhadap sopir, surat edaran kepada operator sudah saya kirim minggu yang lalu, supaya operator dapat mengatur shift teman-teman driver ini supaya mereka dapat menggunakan hak pilihnya dan tidak golput dengan alasan pekerjaan,” tambahnya.

Dalam hal ini operasional BRT tetap masih berjalan seperti biasa namun hanya jam pemberangkatan awal mundur pukul 10.00 WIB.

“Kami telah mensyiasati dengan cara petugas yang berdomisili di Kota Semarang untuk memaksimalkan pelayanan sehingga tidak ada hambatan meskipun petugas kami ada yang libur,” pungkasnya. (El)