Home Kesehatan 150 Anak Derita Kanker Tiap Tahunnya

150 Anak Derita Kanker Tiap Tahunnya

4193
anak-anak penderita kanker dihibur di hari peringatan kanker sedunia.

     SEMARANG, 16/2 (BeritaJateng.net) Penyakit kanker saat ini tidak hanya menyerang orang dewasa, beberapa tahun terakhir anak-anak pun menjadi penderita kanker. Menurut data World Health Organization (WHO) mencatat, setiap tahun lebih dari 150 ribu anak didiagnosis menderita kanker, perlunya pendektisian dini bisa mencegah penyakit bertambah parah dan bisa disembuhkan.

Ketua panitia workshop peringatan Hari Kanker Anak Sedunia,  dr. Bambang Sudarmantom SpAK MARS mengatakan  sejak 2015 penyakit tidak menular termasuk kanker mengalami peningkatan. Ada 150 ribu per tahun mengidap penyakit kanker. Di RSUP Kariadi sendiri, kanker menjadi penyakit terbanyak kedua setelah Jantung.

“Dirumah sakit ini angka pengidap kanker menyumbang angka terbesar setelah jantung,” katanya saat workshop yang mengangkat tema deteksi dini kanker pada anak melalui gerakan masyarakat hidup sehat peduli kanker anak di Aula Diklat RSUP dr. Kariadi.

Menurut informasi yang dihimpun, di Indonesia sendiri, prevelensi kanker pada anak usia 0-14 tahun, tercatat sebesar 16.291 kanker pada anak.  saat ini jenis kanker leukemia menjadi tertinggi pada anak, yakni sekitar 2,8 per 100.000. Diikuti dengan kanker bola mata atau retinoblastoma sebesar 2,4 per 100.000.

“Kanker ini bisa dicegah agar tidak masuk stadium akut dengan pendeteksian secara dini. Jika pada orang dewasa, kanker terjadi karena gaya hidup tidak sehat,” tutur pria yang bekerja sebagai dokter spesialis anak konsul hermatologi – orkologi anak ini.

Ia menjelaskan, pendeteksian dini kanker bisa dilakukan di masyarakat diantaranya Posyandu, Sekolah, Puskesmas, dan lain sebagainya. Yang jelas, lanjut dia deteksi dini level bawah dan level dua yakni rumah sakit daerah, kemudian rumah sakit rujukan agar kanker yang diderita todak bertambah parah.

“Sayangnya dilapangan kanker baru terdeteksi setelah stadium lanjut, sehingga sulit untuk disembuhkan,” timpalnya.

Gejala kanker yang mudah dikenali diantaranya adalah berat badan turun tanpa sebab, nyeri tulang, wajah pucat, lemah, letih dan lesu. Tujuan umum diadakannya workshop itu sendiri adalah tentang bagaimana cara masyarakat dan khalayak luas bisa melakukan deteksi sedini mungkin. “Kami mengundang peserta talkshow berjumlah 300 peserta. Mereka berasal dari puskesmas, sekolahan, PKK posyandu, rumah sakit daerah, dan melibatkan keluarga serta pasien penderita kanker. Tujuannya agar penyakit ini bisa dideteknsi dari level bawah,” tegasnya.

Sementara itu, Joko Santoso salah satu orang tua yang anaknya mengidap kanker menjelaskan jika kanker darah yang diderita putranya hampir sama dengan demam pada umumnya. “Awalnya demam, panas tinggi dan tulangnya sering linu, terus berat badannya turun sampai akhirnya diketahui mengidap leukimia,” ucapnya.

Agar bisa sembuh, ia pun selalu mengantarkan anakknya melalukan kemoterapi di RSUP Kariadi, kanker yang diderita putranya tersebut bisa dibilang masih stadium awal sehingga mudah disembuhkan. “Semua pengobatan dicover BPJS, kalau tidak sangat mahal sekali kemoterapi sampai Rp 4 juta,” jelasnya.

Selain workshop, acara juga diisi dengan lomba mewarnai yang diikuti puluhan anak penderita kanker. Walaupun sedang menjalani pengobatan, anak-anak ini nampak antusias dan serius mewarnai sebuah gambar yang telah disediakan oleh panitia acara. (El)