Home DPRD Kota Semarang 14 Mantan Anggota DPRD Kota Semarang Dituntut Hukuman Bervariasi

14 Mantan Anggota DPRD Kota Semarang Dituntut Hukuman Bervariasi

Ilustrasi

Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 27/1 (Beritajateng.net) – Sebanyak 14 mantan anggota DPRD Kota Semarang periode 1999-2004 dituntut hukuman penjara secara bervariasi dalam kasus asuransi fiktif pada 2003.
Sebanyak 14 mantan legislator tersebut dituntut dalam tiga sidang terpisah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa.
Jaksa Penuntut Umum Dadang Suryawan menyatakan para mantan wakil rakyat tersebut terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Mereka, masing-masing Ahmad Munif, Siti Markamah, Herman Yustam dan Adhi Kuntoro yang masing-masing dituntut 2,5 tahun. Adapun Andi Kuntoro dituntut pidana 2,5 tahun.
Selain itu, Idris Imron, Zaenuddin Buchori, dan Otok Riyanto dituntut empat tahun penjara, sedangkan Heru Widyatmoko dituntut pidana dua tahun.
Sebanyak enam terdakwa lain, masing-masing Leonard Andik dan Fajar Hidayati dituntut dua tahun penjara serta Rudy Soehardjo, Bambang Suprayogie, Sri Munasir, dan Sugiono dituntut empat tahun penjara.
Jaksa juga menjatuhkan denda sebesar Rp50 juta kepada seluruh terdakwa serta memerintahkan untuk membayar uang pengganti kerugian negara yang jumlahnya bervariasi.
“Para terdakwa terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama untuk menguntungkan diri sendiri,” kata Jaksa.
Total alokasi anggaran untuk program asuransi bagi para anggota dewan pada 2003 tersebut mencapai Rp1,7 miliar.
Dana yang bersumber dari APBD tersebut diperuntukkan bagi 45 anggota.
Atas tuntutan tersebut, majelis hakim memberi kesempatan para terdakwa untuk mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.
Pada kesempatan terpisah, penasihat hukum para mantan anggota dewan, Musyafak, menilai tuntutan jaksa tersebut keterlaluan.
“Padahal sudah ada mantan anggota dewan yang mengembalikan uang tersebut,” katanya.(ant/bj02)