Home Ekbis BEI Yogyakarta Berharap Minat Masyarakat Berinvestasi Meningkat

BEI Yogyakarta Berharap Minat Masyarakat Berinvestasi Meningkat

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Yogyakarta, 25/1 (Beritajateng.net) – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta berharap minat masyarakat untuk berinvestasi meningkat guna mengurangi dominasi investor asing di pasar modal Indonesia.

“Pengetahuan dan kesadaran masyarakat berinvestasi harus ditingkatkan mengingat sampai sekarang antara (kegiatan investasi) asing dan domestik di pasar modal Indonesia masih berbanding 60:40,” kata Kepala kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY, Irfan Noor Riza di Yogyakarta, Minggu.

Irfan menginginkan Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan meningkatkan animo masyarakat khususnya di daerah untuk berinvestasi di pasar modal.

“Paradigma masyarakat harus diubah, dari biasanya hanya melakukan “saving” (menabung) saja, kini harus ditingkatkan dengan berinvestasi,” kata dia.

Kendati demikian, Irfan menilai eksistensi investor domestik di pasar modal terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun, di mana dominasi saham asing cenderung berkurang jika dibanding akhir tahun 2008 yang masih mencapai 70 persen. “Meskipun dari segi nilai (transaski saham) masih cukup besar (investor asing),” kata dia.

Dalam rangka menggenjot jumlah investor domestik, ia mengatakan, hingga saat ini konsisten melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Calon investor, kata dia, juga ditingkatkan kemampuannya menjadi investor cerdas serta memahami risiko dan keuntungan berinvestasi di pasar modal.

Hal itu, kata dia, terbukti dengan semakin menjamurnya pojok gallery pasar modal di beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta di DIY.

Data terakhir menunjukkan bahwa hingga akhir Desember 2014 jumlah investor di DIY sebanyak 10.167 orang, dengan transaksi mencapai Rp207 miliar, atau naik dari November yang masih sebanyak 9.783 orang.

“Dengan jumlah investor baru yang cenderung terus meningkat, kami optimistis mampu mengembangkan investasi pasar modal di DIY,” kata Irfan.

Pertumbuhan itu, kata dia, sebenarnya juga didorong dari proses yang panjang antara BEI DIY dengan beberapa perusahaan sekuritas, serta kampus yang ada di DIY.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sri Adiningsih mengatakan peningkatabn kontribusi investor domestik di pasar modal juga memiliki andil mengurangi ketergantungan pemerintah terhadap dana asing.

“Dengan ketergantungan itu mengakibatkan sistem keuangan Indonesia memiliki potensi volatilitas yang tinggi, kata dia.

Menurut Sri, kontribusi pemodal domestik perlu lebih dioptimalkan dari pada pemodal asing agar pasar modal Indonesia lebih memiliki daya tahan ketika mengalami situasi krisis.(ant/bj02)