Home Kesehatan 100 Penyandang Difabel Ikut Pelatihan Rescue

100 Penyandang Difabel Ikut Pelatihan Rescue

446

SOLO, 3/12 (BeritaJateng.net) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pelatihan tahap pertama pada 100 penyandang difabel untuk di didik  menjadi relawan bencana. Seperti diketahui wilayah di Indonesia merupakan daerah rawan bencana, baik itu gempa bumi, tanah longsor, banjir, gunung meletus dan masih banyak lagi. 

Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Anny Isgianti menjelaskan penyandang difabel memang memiliki keterbatasan secara fisik. Namun bukan berarti mereka tidak mampu untuk menjadi relawan. 

“Kita akan mendidik dan memberi pelatihan agr mereka bisa mandiri  saat terjadi masalah bencana. Juga mampu menularkan ilmu yang di peroleh kepada lingkungan dan masyarakat di wilayahnya,” ungkap Any Isgianti ketika di temui di Fasilitasi Pegiat Penanganan Bencana Penyandang Disabilitas Fasilitasi Pegiat Penanganan Bencana Penyandang Disabilitas, Kamis (3/12/2015).
 
Sementara itu Kasubdin Peran Masyarakat BNBP Pangarso Suryo Utomo menjelaskan para penyandang difabel yang mengikuti pelatihan  berasal dari Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jakarta. Dengan memberikan 13 materi pelatihan dasar kebencanaan, seperti jiwa korsa, pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, hingga kompetensi keahlian.

“Pelatihan ini adalah peserta angkatan pertama dari kalangan penyandang disabilitas,” terang Pangarso Suryo Utomo.

Nantinya setelah menjalani pelatihan dasar kebencanaan,  peserta akan menjalani pelatihan khusus per klaster. Dan mereka bisa memilih sendiri klaster sendiri sesuai keahlian yang di minatinya. Delapan klaster keahlian itu antara lain dapur umum, evakuasi, logistik, kesehatan, komunikasi, dan psikologi.

“Target kedepannya difabel menjadi relawan kebencanaan bisa bertambah, dengan dasar  kemampuan yang sudah dimiliki para relawan dari penyandang disabilitas dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya,” harap  Pangarso Suryo Utomo.  

Hadir juga sebagai motivator Sabar Gorky, penyandang tunadaksa yang dengan segala keterbatasannya mampu menaklukkan sejumlah puncak gunung tertinggi di dunia. Dengan keahlian panjat tebingnya, Sabar membina 35 penyandang disabilitas untuk menekuni olah raga panjat tebing. 

“Terima kasih, karena penyandang difabel berkesempatan mendapat pelatihan rescue karena hal itu sangat memberikan semangat untuk bisa berguna bagi sesamanya,” pungkas Sabar Gorky (BJ24)