Home Lintas Jateng 10 Siswa Kurang Mampu dan Berprestasi Dibantu Wagub Jateng

10 Siswa Kurang Mampu dan Berprestasi Dibantu Wagub Jateng

154
0
  Wagub Jateng Heru Sudjatmoko berfoto bersama sebagian jajaran dewan guru dan siswa SMAN 1 Purbalingga.
             Purbalingga, 20/10 (BeritaJateng.net)  – Sebanyak 10 siswa kurang mampu dan berprestasi dari berbagai SMA dan SMK di Purbalingga, Kamis (19/10/2017) menerima bantuan yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Jateng, Drs H Heru Sudjatmoko,M.Si  di Aula SMAN 1 Purbalingga. Para siswa itu berasal dari SMAN 1 Purbalingga, SMKN 1 Purbalingga, SMKN 3 Purbalingga, SMK Yayasan  Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Perwira Purbalingga, dan SMK Yayasan Perguruan Teknologi (YPT) 2 Purbalingga. Masing-masing siswa menerima Rp 2,4 Juta.
             Penyerahan bantuan itu dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Wagub Jateng Heru Sudjatmoko beserta rombongan ke Purbalingga. Sekaligus Wagub Heru Sudjatmoko ingin bernostalgia, karena pernah sekolah di  SMAN Purbalingga (sekarang SMAN 1 Purbalingga-red), lulus tahun 1970.
             Ikut mendampingi kunjungan Wagub Heru Sudjatmoko, Bupati Purbalingga, H Tasdi,SH MM  dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga,Heriyanto, S.Pd,M.Si.
           Di SMAN 1 Purbalingga, Wagub beserta rombongan disambut meriah oleh Kepala SMAN 1 Purbalingga,Drs Kustomo beserta 400 lebih siswa Klas XII, jajaran dewan guru dan Komite  SMAN 1 Purbalingga.
             Dalam kesempatan itu, Wagub Heru Sudjatmoko memberikan motivasi kepada para siswa Klas XII yang sebentar lagi akan menempuh Ujian Nasional, dan menceritakan perjalanan hidupnya.
Heru menceritakan, setamat dari SD di Desa Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon Purbalingga pada tahun 1964, kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Purbalingga tamat 1967.
             “Setelah itu saya meneruskan ke SMA Negeri Purbalingga. Saat itu, namanya memang SMA Negeri  Purbalingga, karena hanya satu-satunya SMA di  Purbalingga. Ya ini, sekolah saya ini, yang sekarang namanya jadi SMA Negeri 1 Purbalingga. Saya tamat tahun 1970,” kenang Heru Sudjatmoko.
               Heru mengaku bersyukur, memiliki orang tua yang memahami pendidikan untuk masa depan, meskipun kondisi kemampuan keuangan orang tuanya saat itu memprihatinkan.  “Heru, bijimu lulus ujian negara nang SMA apik-apik, nganah kowe nglanjutna sekolah sing ora ngetokna ragad. (Her, nilai kelulusan ujian negara di SMA kamu bagus-bagus, sana melanjutkan sekolah yang tidak mengeluarkan biaya,” kenang Heru Sudjatmoko, bapak berputra tiga kelahiran Desa Kedunglegok, Kemangkon, Purbalingga 13 Juni 1951 ini.
             Belakangan, Heru sempat diterima di Fisipol UGM Yogyakarta.Namun mengingat pesan ayahnya yang seorang guru SD, akhirnya  Heru memilih kuliah di perguruan tinggi kedinasan, yakni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (tamat 1974), kemudian berlanjut ke Institut Ilmu Pemerintahan Depdagri (tamat 1981), dan Magister Administrasi Publik Undip tamat tahun 2003.
            “Saya sangat bersyukur punya orang tua yang mementingkan pendidikan. Berbeda saat itu, jika orang tua saya mengatakan: Her, kowe ora usah nerusna sekolah, mergane bapak ora duwe ragad (Her,kamu tidak usah sekolah, karena bapak tidak punya biaya-red),” kisah Heru Sudjatmoko.
            Dalam kondisi jaman sekarang, lanjut Heru Sudjatmoko, di mana pemerintah sangat peduli di bidang  pendidikan, dengan banyaknya bea siswa, termasuk beasiswa bidik misi bagi yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi secara gratis,  maka semangat belajar harus terus menyala.
              “Teruslah kalian belajar dengan tekun dan giat, dan dilandasi tekad yang kuat. Saya yakin kelak kamu akan jadi orang sukses. Jangan jadikan biaya sebagai alasan tidak melanjutkan.Kalian sangat bisa kuliah ke perguruan tinggi ternama di negeri ini maupun luar negeri melalui beasiswa,” pesan Heru Sudjatmoko.
Berantas Togel
            Sementara itu saat dialog dengan para siswa, salah seorang siswa yakni Tegar Bagus Prakosa dari Klas XII jurusan MIPA IV, sempat menanyakan tentang maraknya judi Togel di  Purbalingga yang kinisudah sangat meresahkan masyarakat.
            “Pak Wagub, tolong  judi Togel di Purbalingga diberantas. Sekarang banyak orang tua hingga anak-anak yang membeli togel.Padahal itu  kan haram. Tolong Pak Wagub,”  pinta Tegar Bagus Prakosa.
             Menanggapi hal itu,  Wagub Jateng Heru Sudjatmoko menyerahkan pada aparat di Purbalingga,untuk menuntaskan judi Togel. “Aturan hukumnya, ini tugas polisi untuk memberantas  judi togel. Kami minta juga kepada masyarakat, agar jangan ikut-ikutan beli togel. Termasuk kalian anak-anak SMAN 1 Purbalingga jangan ikut-ikutan beli Togel. Atau kalian harus berani mengingatkan kepada orang lain, bahwa membeli Togel itu  haram, dan dilarang agama,” pesan Wagub Jateng Heru Sudjatmoko. (yit/EL)