Home Headline ‪Penambang Pasir Merapi Banyak Melanggar Zona

‪Penambang Pasir Merapi Banyak Melanggar Zona

penambang pasir

Klaten, 24/1 (BeritaJateng.net) – Maraknya penambangan pasir di lereng Gunung Merapi sering kali membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah pusing dibuatnya. Sebab, para penambang pasir Merapi yang beroperasi di bawah lereng Gunung Merapi, tepatnya di wilayah Kemalang seringkali melakukan pelanggaran terhadap zona larangan penambangan.

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Jawa Tengah, Sri Winoto menegaskan hal utama yang yang harus dilakukan adalah mengadakan penertiban terhadap penambang manual yang seringkali melanggar zona penambangan di sekitar lokasi cekdam.

Penambang, ungkap Sri Winoto, harusnya mematuhi aturan, dilarang menambang di bagian hulu dari bangunan cekdam sampai sekitar 50 meter dan dibagian hilir sekitar 100 meter dari struktur bangunan cekdam.

“Kenyataannya mereka banyak yang melanggar aturan tersebut. Bahkan sayap cekdam IV Kendalsari, Kemalang juga patah akibat tanah dibawahnya longsor digali penambang,” terang Sri Winoto di Klaten Jawa Tengah belum lama ini.

Akibatnya struktur bangunan cekdam yang berfungsi sebagai penahan aliran lahar dingin dari gunung Merapi dan juga sebagai pengendali banjir lahar dingin bisa jebol karena aktifitas penambangan yang merusak struktur bangunan cekdam.

Selain itu ungkap Sri Winoto, wilayah lereng Gunung Merapi khususnya di wilayah Kemalang Klaten Jawa Tengah masih berpotensi terjadinya banjir lahar hujan.

Terlebih lagi jika kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas hujan yang cukup tinggi membuat warga dan juga penambang pasir di sekitar wilayah Kaliworo harus semakin waspada.

Pasalnya kuatnya arus banjir lahar dingin mampu merendam bahkan menghanyutkan truk pengangkut pasir yang banyak melakukan aktifitas penambangan di seputar Kaliworo.

Sri Winoto juga mengimbau masyarakat dan juga penambang pasir yang setiap hari beraktifitas di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Merapi untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir lahar pada puncak musim hujan.

“Karena ancaman banjir lahar hujan masih cukup tinggi, apalagi curah hujan sangat tinggi,” pungkasnya. (BJ24)