Home Headline ‎Terhimpit Ekonomi, Kakak Beradik Curi Aksesoris Anak

‎Terhimpit Ekonomi, Kakak Beradik Curi Aksesoris Anak

442

Pencurian

Semarang, 15/7 (BeritaJateng.net) – Dengan dalih ekonomi, kakak beradik ini terpaksa merayakan lebaran di sel Polsek Semarang Tengah. 

Mereka Sandi (30) Dk Gambang RT 1 RW 2 Wonokerto, kelurahan Juwangi, Boyolali, dan Asep (33) Ds Wonokerto RT 1 RW 2, Karang Tengah, Demak. 

Kepada polisi Sandi mengaku terpaksa melakukan pencurian bersama kakaknya karena bingung modal habis untuk jualan.

“Saya lakukan ini mengajak kakak. Dimana, ‎dirinya mencuri barang di toko langganan,” katanya saat gelar perkara, Rabu (15/7).

Lebih lanjut dalam bertugas memilih barang yang dicuri dan menyuruh kakak untuk membawa pulang.

“Saya memilih dan memasukan ke kresek (kantong plastik). Setelah penuh, tiga plastik dibawa kakak ke luar. Saat karyawan membuat nota, saya pura-pura ke toko lain untuk memilih, tapi saya kemudian lari,” ungkapnya.

Berhasil dibawa pulang, hasil curian tersebut kemudian dijual secara eceran. 

“Saya jual di kampung dengan harga paling murah Rp 500 dan paling mahal bando harganya Rp 5000,” ungkapnya.

Uang hasil penjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja rumah tangga. 

“Jadi barang ada yang jual di Juwangi tapi ada juga yang dijual di Mranggen dan Semarang,” tambahnya.

Sementara itu Asep mengaku barang hasil curian terjual habis.

“Barang sudah saya jual habis terakhir jual tali rambut harganya Rp 2.000,” aku Asep.

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Irfan mengungkapkan, tertangkapnya kakak beradik tersebut atas laporan warga yang merasa tokonya mengalami pencurian pada Maret lalu.

“Kita terima laporan tentang adanya pencurian di toko ‘Kita Aksesoris’ pada Maret lalu. Dari hasil laporan lakukan penyelidikan dan setelah ada tiitk terang kita melakukan koordinasi dengan korban,” ungkap Irfan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, akhirnya berhasil menangkap pelaku. 

“Jadi kita lakukan penyelidikan bersama pemilik toko. Hasil kejahatan yang diambil dalam bentuk aksesoris dan pernak-pernik untuk wanita dan anak-anak. Nominal kerugian sekitar Rp 3 juta,” tambahnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP terkait tindak pencurian. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan. (BJ04)